cantiknanmerdu.blogspot.com

cantiknanmerdu.blogspot.com

Cara mengetahui umur atau usia parkit siap kawin

Semua masyarakat pada umumnya pasti setuju kalo burung Parkit merupakan burung yang cantik dengan bulu warna yang indah, selain itu harganya pun sangat terjangkau, meskipun si doi ini merupakan burung hias namun dia juga memiliki suara crecetan yang lumayan untuk di jadikan masteran Burung kicau lainnya, bahkan ada sobat kicau mania yang mencetak burung parkit gacor nya memiliki suara tembakan seperti Cililin maupun Kenari.

Pada artikel yang sebelumnya kami pernah mengulas tentang membedakan  jenis kelamin jantan dan betina di sini Cara membedakan burung Parkit jantan dan betina.

Dan pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi tentang Cara mengetahui usia burung Parkit berdasarkan ciri fisik, hal ini sangat penting karena dalam hal berternak Parkit, atau burung apapun kita harus megetahui umur yang sudah dewasa untuk di jadikan indukan dalam berternak nanti. 

Sebenarnya ada jenis burung Parkit Australia, Parkit Amerika, Parkit Holland dan yang lainnya, namun yang akan kami ulas kali ini adalah untuk yang dari Holland.

Baiklah, mari kita bahas umur parkit berdasarkan ciri-cirinya:

  1. Garis-garis yang berada di sekitar kepala.Burung muda atau yang masih di bawah umur 4 bulan biasanya memiliki garis-garis hitam yang berjajar di area kepalanya dan garis-garis akan hilang saat burung mulai mabung atau menginjak umur antara 5-6 bulan hingga tumbuh bulu baru tanpa garis-garis lagi.
  2. Bintik atau bercak hitam di area dagu / leher.Saat usia muda terdapat bercak-bercak hitam yang kurang jelas dan seiring umurnya bertambah bercak hitam ini akan semakin jelas dan akan membentuk titik-titik hitam.
  3. Warna iris pada mata.
    Iris mata atau yang lebih jelasnya lingkar mata yang terletak di luar bola matanya, ini warnanya hitam ketika masih muda (di bawah 4 bulan), lalu akkean berubah menjadi abu-abu samar pada umur 4-6 bulan, lalu jadi putih keabu-abuan pada umur 6-8 bulan dan akan menjadi putih jelas dan terang  ketika umur 8 bulan +, di umur inilah burung siap di ternak.
  4. Warna pada Cere.
    Cere atau lubang sekitar hidung pada burung Parkit ini merupakan pembeda antara jantan dan betina, untuk betina memiliki warna putih dan untuk jantan berwarna ungu/biru, nah warna ini jika semakin tua umurnya maka akan semakin tua, jelas dan terang juga warna cerenya.
Sobat bisa lihat perbedaan pada gambar di bawah ini..




Manfaat kecambah / toge untuk burung dan cara pembuatannya

Kecambah atau toge memiliki kandungan gizi protein, vitamin dan mineral yang sangat baik untuk burung, khusus nya burung pemakan biji-bijian dan sayuran seperti burung jenis paruh bengkok, Lovebird, Kenari, Parkit, Blackthroat, Mozambik, Falk dan lain-lain.

Selain itu toge juga dapat memberikan peningkatan pada daya tahan tubuh, metabolisme dan juga dapat meningkatkan birahi dari sang burung, sehingga burung pun menjadi sehat dan rajin berkicau.

Namun ini adalah sebagai Ef atau pakan tambahan dan hanya di berikan sewaktu-waktu saja, dalam artian tidak untuk sebagai pakan pokoknya, karena hal itu bisa membuat burung over birahi.

Untuk pakan burung pemakan biji-bijian seperti Millet, canary seed, niger seed, jewawut, biji matahari dan lain-lainnya itu semua adalah pakan yang baik, akan tetapi untuk kandungan gizi kurang lengkap jika tidak di berikan pakan tambahan seperti kecambah / toge.


Dan ternyata pakan biji-bijian itu bisa kita buat sendiri di rumah untuk di jadikan kecambah dan biji-bijian yang bisa kita buat kecambah antara lain Millet, kacang-kacangan atau biji gandum juga bisa. Kenapa kita buat sendiri, karena kecambah yang paling bagus untuk pakan adalah kecambah yang baru tumbuh (masih pendek) mempunyai vitamin dan asam amino yang tinggi di bandingkan dengan kecambah yang sudah tua seperti yang di jual di pasar (toge).

Baiklah, kali ini saya akan memberikan tips membuat kecambah khususnya untuk para sobat Burung kicau:

  • Persiapkan wadah yang terbuat dari kaca seperti toples, gelas, mangkuk dan lain-lain, jangan menggunakan bahan logam karena bisa terkontaminasi, dan kalo pake kaca kita bisa melihat hasilnya dari luar.
  • Memilih biji yang bagus, caranya dengan merendam biji yang di persiapkan, jika ada biji yang  mengambang berarti biji itu tidak bagus dan harus di buang.
  • Setelah itu cuci kembali biji-bijian hingga bersih.
  • Lalu masukkan biji-bijian ke dalam wadah dan masukkan air hingga penuh dan simpan selama 12 jam.
  • Kemudian buang air yang ada dalam wadah tersebut beserta kotoran di air yang mengambang, lalu isilah kembali wadah dengan air dan untuk kali ini airnya sedikit saja, asalkan semua biji terendam atau permukaan air lebih tinggi sedikit dari biji-bijian, hal ini untuk merangsang tumbuhnya tunas kecambah.
  • Setelah itu diamkan selama 1,2 atau 3 hari relatif, karena proses pertumbuhan nya tiap biji-bijian mempunyai waktu yang berbeda, intinya hingga tunas kecambah muncul.
  • Dan ingat kacambah yang masih muda (pendek) memiliki kandungan vitamin dan asam amino yang sangat tinggi, jadi lebih bagusnya kecambah diangkat sebelum jadi panjang atau melebihi 2 hari.
  • Tiriskan atau saring dulu sebelum di berikan pada burung kesayangan anda, agar tidak terlalu banyak kandungan air yang bisa membuat burung anda kembung.
  • Berikan pada burung secukupnya saja dan sisanya bisa di simpan di kulkas.


Mengenal burung Falk (Parkit Australi) dan jenis-jenisnya

Pada kali ini Burung Kicau akan mengulas tentang burung yang baru-baru ini sedang ramai dan di gemarai oleh para peminatnya.. Yah, namanya adalah burung Cockatiel yang di kenal di Indonesia dengan nama burung Falk / pelek atau Parkit Australi, sedangkan di negara-negara lain burung ini juga di kenal dengan nama  Weiro dan Quarrion.

Burung yang mempunyai nama latin Nymphicus Hollandicus ini adalah burung endemik dari negara Australia, karena kecantikan dan keindahannya, banyak orang yang menjadikannya sebagai burung peliharaan di rumah, bahkan tidak sedikit pula yang menangkarnya, karena burung ini termasuk burung yang sangat mudah untuk di rawat dan di kembang biakkan.

Burung yang mempunyai jambul ini dahulu di anggap sebagai burung dari anggota burung Nuri ataupun Kakak tua mini, namun setelah di adakan studi oleh para ilmuwan akhirnya burung ini di klasifikasikan sebagai satu-satunya burung dengan genus Nymphicus dari subfamily Nymphicinae dan di tetapkan sebagai burung paling kecil dari keluarga Cacatuidae (keluarga kakak tua).


Habitat
Burung yang memakan biji-bijian, sayur, dan buah-buahan ini biasanya di temukan di daerah yang gersang ataupun semi gersang yang tersedia sumber air, seperti sungai, danau dan lain-lainnya. Sebagian dari burung ini Nomaden, artinya mereka akan berpindah untuk mencari tempat yang tersedia air dan makanan.


Mereka adalah burung sosial dan biasanya mereka selalu di jumpai dalam kelompok kecil maupun berpasangan, bahkan terkadang mereka juga terlihat dalam jumlah yang besar dan berbondong-bondong menuju tempat sumber air dan makanan. Mereka ini banyak di jumpai di daerah barat daya dan tenggara Australia.





Jenis-jenis burung Cockatiel

Membedakan burung Parkit jantan dan betina dengan mudah


Sungguh pelajaran yang sangat berharga jika kita dapat mengetahui jenis kelamin dari suatu burung, apalagi jika kita ingin membudidayakan atau breeding ataupun untuk sebagai kicauan di rumah. Karena jika tidak mengetahui antara jantan dan betina bagaimana mungkin menjodohkannya, begitu pula jantan dan betina memiliki kicauan yang berbeda karakter tentunya.

Maka dari itu, kami akan mengulas tentang perbedaan jenis kelamin jantan dan yang betina pada burung Parkit khususnya untuk sobat Burung Kicau di manapun berada.

Ternyata tidak semua burung yang terlihat berpasangan mesra dapat di pastikan itu adalah jantan dan betina, karena bisa jadi itu adalah burung homo yang berpasangan dengan sesama jenis. Mungkin akan mengecewakan jika sepasang burung yang kita harapkan untuk bertelur dan berkembang biak, ternyata tidak kunjung bertelur dan ternyata itu adalah sepasang burung sejenis jantan vs jantan atau betina vs betina.

Dan sebenarnya untuk mengetahui jenis kelamin (sexing) pada burung Parkit ini sangatlah mudah, karena ada perbedaan yang terlihat dari keduanya yaitu pada atas paruh (hidung) nya.

Berikut cara untuk membedakannya:


  • Parkit Jantan.
    Untuk burung jantan yang dewasa, pada hidungnya berwarna biru. Sedangkan untuk yang masih muda warna birunya agak pudar seperti ungu muda.

Jantan

  • Parkit Betina.
    Sedangkan utnuk burung betina ini hidungnya berwarna putih untuk burung muda dan untuk dewasa warna putihnya semakin kecoklatan .

Betina

Jantan dan betina,muda dan dewasa

Mengenal burung Parkit Holland, cantik dan terjangkau

Siapa sobat Burung Kicau yang tak kenal dengan burung yang imut dengan warna-warni bulu yang indah ini..??? yah, namanya adalah burung Parkit, burung ini berasal dari negara Holland, memiliki nama latin Mellopsittacus Undulates dan masih keluarga dengan burung Lovebird, Betet, Nuri, Kakak tua dan lain-lain, atau sering di sebut dengan keluarga paruh bengkok, jika di lihat sekilas burung-burung ini terlihat sama, namun yang membedakanya adalah ukuran tubuhnya dan corak warnanya.

Burung pemakan biji-bijian khususnya millet atau jewawut dan beberapa sayuran seperti toge, jagung muda, kangkung dan lain-lain ini biasa hidup berkoloni (kelompok) di habitat aslinya dan berkembang biak dengan bertelur hingga 6 butir tiap pasang, dan biasanya aktif produksi di bulan oktober dan desember. Sebelum kawin biasanya burung Parkit jantan akan berkicau untuk merayu burung betina dan saat betina mengerami telurnya maka sang jantan senantiasa menjaga dan melindungi pasangannya dari gangguan hewan predator maupun burung yang lainnya. hemm sungguh setia bukan???.

Untuk memelihara dan merawat burung cantik ini sangatlah mudah di bandingkan burung-burung jenis lainnya. Karena burung ini tidak gampang stres, sangat mudah untuk beradaptasi, kuat terhadap segala cuaca, dan bisa di pelihara dengan cara koloni atau burung banyak dalam satu kandang.


Siapa sangka burung yang mempunyai warna indah beragam, cantik, dan mudah dalam perawatan ini tidaklah terlalu merogoh isi kantong anda, meskipun burung ini cantik dan eksotis namun burung ini cukup murah yakni cuma Rp 70.000 /pasang untuk saat ini..

Selain sebagai burung hias, burung ini juga bisa buat masteran, karena burung ini juga memiliki suara crecetan yang lumayan tajam dan panjang, dan akan jadi sangat berisik jika di pelihara dalam jumlah yang banyak.